Cara Menggoreng Ayam yang Empuk di Dalam, Renyah di Luar
Menggoreng ayam mungkin terdengar sederhana, tetapi sicbo hasilnya sering kali tak sesuai harapan. Daging bisa menjadi keras, kering, atau justru kulitnya lembek dan tidak renyah. Padahal, ayam goreng yang sempurna seharusnya memiliki tekstur luar yang garing, dengan daging bagian dalam tetap juicy dan empuk.
Kunci utamanya ada pada cara persiapan, teknik menggoreng, dan suhu minyak yang tepat. Yuk, simak beberapa tips berikut agar ayam goreng buatanmu selalu sukses, seperti buatan restoran terkenal.
1. Pilih Bagian Ayam yang Tepat
- Setiap bagian ayam memiliki baccarat karakter berbeda.
- Dada ayam cenderung lebih kering karena sedikit lemak.
- Paha dan sayap memiliki kandungan lemak lebih tinggi, sehingga lebih juicy setelah digoreng.
Untuk hasil terbaik, gunakan bagian paha atau campuran seluruh bagian ayam. Jika kamu ingin dada ayam tetap empuk, marinasi yang tepat adalah kuncinya.
2. Rendam dengan Bumbu dan Cairan yang Tepat
Marinasi tidak hanya menambah rasa, tetapi juga membantu melembutkan daging.
Gunakan campuran seperti:
- Susu cair atau buttermilk – membuat serat daging lebih halus dan lembap.
- Jeruk nipis atau cuka – membantu mengurangi bau amis dan membuat bumbu meresap.
- Rempah segar dan bawang – memberikan aroma gurih alami.
Diamkan ayam dalam bumbu minimal 1 jam. Namun, jika ingin hasil maksimal, simpan di kulkas selama 6–8 jam.
3. Gunakan Tepung Pelapis yang Tepat
Tepung adalah rahasia kerenyahan ayam goreng.
Campurkan tepung terigu protein sedang, tepung maizena, dan sedikit baking powder.
Tambahkan bumbu seperti garam, merica, bawang putih bubuk, dan kaldu bubuk agar rasanya gurih menyeluruh.
Untuk hasil crispy seperti ayam goreng ala restoran cepat saji, balurkan ayam ke dalam tepung hingga rata, lalu celupkan kembali ke air dingin dan gulingkan lagi ke tepung. Ulangi dua kali agar lapisannya lebih tebal dan renyah.
4. Perhatikan Suhu Minyak
Suhu minyak adalah faktor penting yang sering diabaikan.
Jika minyak terlalu panas, bagian luar akan cepat gosong sementara bagian dalam belum matang.
Sebaliknya, jika minyak terlalu dingin, ayam akan menyerap terlalu banyak minyak dan jadi lembek.
Gunakan suhu sekitar 170–180°C.
Cara mudah mengeceknya: masukkan sedikit adonan tepung, jika langsung mengapung dengan gelembung kecil, berarti suhu sudah pas.
5. Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Ayam Sekaligus
Saat menggoreng, beri ruang cukup antar potongan ayam. Jika terlalu banyak, suhu minyak akan turun drastis, membuat ayam tidak matang merata dan kehilangan kerenyahannya.
Goreng dalam beberapa tahap, lalu tiriskan di atas rak kawat (bukan tisu) agar tetap garing.
6. Gunakan Teknik “Double Fry”
Ingin hasil super renyah yang tahan lama? Gunakan teknik double fry.
Caranya, goreng ayam setengah matang terlebih dahulu, angkat dan diamkan selama 10 menit. Setelah itu, goreng kembali hingga warna keemasan muncul.
Teknik ini membuat kulit ayam lebih kokoh dan tetap crispy bahkan setelah beberapa jam.
7. Diamkan Sebelum Disajikan
Setelah digoreng, jangan langsung menutup ayam panas dalam wadah. Uap yang terperangkap bisa membuat kulitnya lembek. Biarkan ayam “bernapas” sebentar di udara terbuka agar teksturnya tetap renyah sempurna.
Kesimpulan
Ayam goreng yang empuk, juicy, dan renyah bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari teknik yang tepat dan kesabaran.
Mulai dari pemilihan bagian ayam, marinasi, hingga pengaturan suhu minyak, semuanya berperan penting.
Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menghadirkan ayam goreng rumahan yang tak kalah lezat dari restoran — renyah di luar, lembut di dalam, dan menggoda selera di setiap gigitan.
